mosque
search

Memperbaiki Pola dan Niat Pendidik dalam Keluarga

Ustadz Abdurrahman Zahier

26 Agustus 2026

Dahulu ke pesantren menitipkan anak cuma untuk sekadar biar anak hafal Qur'an, tapi anak enggak dapat hidayah. Akhirnya sebelum pesantren main ML (Mobile Legends), pulang pesantren main Mobile Legends lagi. Bedanya pulang pesantren punya hafalan Qur'an, tapi sama-sama suka game. Kesukaan game-nya belum berubah. Dan inilah kesalahan niat ketika memasukkan anak ke pondok pesantren, hanya untuk sekadar menambah pengetahuan dan wawasan, tapi tidak menambah hidayah.

Tujuan sekolah itu ngapain? Menambah hidayah. Tujuan sekolah itu mengedukasikan dan mendidik anak agar lebih bertakwa kepada Allah, bukan menambah wawasan. Karena kalau sekedar menambah wawasan, belajar diajarin ChatGPT, lebih pintar ChatGPT daripada guru di sekolah. Karena guru di sekolah tidak punya maklumat lebih banyak dibandingkan AI. Tapi kita menitipkan anak ke sekolah itu untuk mereka dapat hidayah dari guru yang sholeh, dari kawan-kawan yang sholeh. Itu tujuan pendidikan, bukan sekedar nambah hafalan.

Jadi kalau ternyata hafalan anak-anak kita tidak mengubah sikapnya, berarti dari dulu memang salah pola, niat pendidikannya keliru. Dan itu yang membuat kita salah mendiagnosa. Lagi-lagi disangka penyakitnya A, enggak tahunya penyakitnya B. Ini kan salah pola.

© 2026 Dakwah Alfian