mosque
search

Last Men Standing: Menjadi Golongan yang Selamat

Ustadz Abdurrahman Zahier

14 September 2026

Sepak bola hari ini, di FIFA World Cup, kita tahu bahwa emasnya 6 kg tersebut, itu hanya akan diangkat oleh satu negara saja. Dengan banyak konventinya, dan hanya berkisar 4 tahun saja negara tersebut memegangnya. Dalam bidang apapun, piala itu bergilir. Yang menang hari ini, besok akan menjadi mantan pemenang. Yang juara hari ini, besok akan menjadi mantan juara. Dan itulah kompetisi dunia.

Adapun kompetisi akhirat, kompetisi surga, trofinya bukan satu. Trofinya masing-masing yang masuk surga. Sehingga kita bisa menjadi the last man standing semuanya di arena dan kotak kita masing-masing.

Kalau tadi satu negara yang hanya bisa mengangkat trofi, satu tim sepak bola yang bisa menjadi juaranya di antara 48 negara yang bertanding dengan taktik hebat mereka, dengan banyaknya suporter mereka yang membawa; dalam konteks keselamatan agama, hanya ada satu golongan, hanya ada satu pemahaman, hanya ada satu kebenaran. There's only one truth.

Sehingga banyaknya penyimpangan hari ini, banyaknya penyelewengan, banyaknya distorsi, banyaknya noise, banyaknya distraksi di tengah-tengah manusia, itu simpel sesimpel kita kembali ke hulunya. Dan hulunya adalah Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat. Hulunya adalah Al-Qur'an dan Sunnah. Hulunya adalah kebenaran wahyu yang disampaikan oleh lisan yang tidak pernah berdusta dan dipahami oleh generasi yang konsensusnya adalah dalil, konsensusnya adalah argumentasi. Dan hanya satu yang menang, hanya satu yang juara, hanya satu yang mengangkat trofi, lagi-lagi hanya satu: The Last Men Standing, dan itu adalah Al-Firqatun Najiyah ("Golongan yang selamat").

© 2026 Dakwah Alfian