Jangan Cuma Minta, Curhatlah Kepada Allah
Ustadz Abdurrahman Zahier
Maka mulai sekarang, hadirin sekalian, sudah mulai terbiasa dengan berlama-lama bermunajat. Panjangkan durasi sujud, panjangkan durasi Qiyamul Lail, panjangkan durasi doa di antara azan dan iqomah.
Dan salah satu tipsnya, setelah kita minta taufik kepada Allah tentunya agar Allah mudahkan kita berdoa, curhatkan doa kita. Curhatkan doa kita, jangan minta saja, tapi curhatkan: "Ya Allah, saya lemah, saya rapuh, tolong saya. Saya nggak bisa ngelakuin ini, tolong bantu saya." Baru minta.
Karena intisari doa, kalau kita lihat doanya para nabi dan rasul dan juga surah Al-Fatihah, intisari doa itu yang pertama memuji Allah, memuji Rasulullah ﷺ berselawat kepadanya, kemudian menunjukkan kelemahan, kehinaan, kerapuhan, kegundahan diri kita, baru meminta. Itu rangkaian doa kayak gitu semuanya.
Jadi kalau kita enggak tahu template berdoa yang benar, isi doa kita cuma minta doang, tapi enggak ada pujian kepada Allah, enggak ada penunjukan kepada kelemahan diri, enggak ada selawat kepada Nabi ﷺ. Akhirnya hambar doa kita karena cuma minta.
Doa itu bukan sekadar permintaan, doa itu intisari ibadah. Nabi ﷺ pernah mengatakan: الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ ("Doa itu adalah ibadah"). Jadi doanya kita, ketika belum diijabah pun, itu sudah pemberian. Doanya adalah pemberian yang jauh lebih besar daripada ijabahnya.