Bertakwalah Semampu Kita: Meraih Pahala Kajian di Tengah Keterbatasan
Ustadz Abdurrahman Zahier
Pertanyaan:
"Ustadz, umur saya sudah udzur, saya berkeinginan ikut kajian yang jauh dari rumah, kendalanya cucu saya tidak mau antar, karena merasa kasihan sudah tua. Tapi hati saya ingin sekali, haruskah saya ikuti kata hati saya atau cucu saya, mohon nasehatnya."
Jawaban Ustadz Abdurrahman Zahier:
Semoga Allah berikan pahala atas keinginan untuk menghadiri kajian, dan Allah berikan keistiqomahan untuk senantiasa berada di kajian.
Dan kajian offline memang layak diperjuangkan. Dan apabila kendalanya adalah cucu, berarti bisa kita minta tolong ataupun ber-partner dengan kawan-kawan yang sama dengan kita ikut kajian, misalkan barengan kah. Bisa kan tanpa harus diantar cucu.
Tapi karena kendalanya tadi jauh, lagi-lagi:
Bertakwa semampu kita. Kalau memang kendalanya jarak dan memang keterbatasan kemampuan, maka Allah akan menilai sesuai dengan kemampuan kita.
Dan intisari dari majelis kajian adalah taman surganya, bukan sekadar dapat maklumat. Seandainya Anda ada kajian dekat rumah, menurut Anda itu monoton, monoton sekali misalkan, tapi yang Anda cari itu taman surganya. Itu taman surga, dan duduk di sana saja Anda enggak nyatet, tidur aja, duduk doang, kata Nabi:
Mereka enggak pernah rugi sama sekali duduknya.
Dan semoga yang dekat rumahnya bisa jemput, siapa namanya nih. Karena ta'awun untuk ke taman surga, cari boncengan, cari grup-grup WhatsApp yang mau barengan, selama sesama mahramnya maka tidak ada masalah.