mosque
search

Sikap Terbaik Saat Dizalimi dan Hak Doa yang Diijabah

Ustadz Khalid Basalamah

1 September 2026

Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih tahu, ya. Dan jangan buru-buru menilai orang zalim kalau kita belum tahu, hanya sebatas ilmu kita saja. Mungkin kita anggap dia zalim, ternyata dia tidak zalim. Berapa banyak orang yang salah dalam persepsi dia, dia pikir orang zalim ternyata tidak. Satu waktu terbongkar ternyata tidak zalim, misalnya. Bagaimana dia minta maaf ini? Nggak boleh buru-buru, ya.

Kalau berhubungan dengan hak kita, udah pasti kita tidak ambil, tidak dapat hak kita dari seseorang menzalimi kita, itu kita punya hak. Allah bukakan pintu doa mustajab. Boleh kita mendoakan atau meminta kepada Allah agar kezaliman ini dihilangkan, atau orang itu dihukum, itu bisa-bisa saja. Kita dibukakan langsung pintu akses kepada Allah, itu. Kata Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا لَيْسَبَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
"Hati-hatilah kalian dengan doanya orang-orang yang terzalimi karena tidak ada antara dia sama Allah hijab." (Muttafaqun 'alaihi)

Dan ulama mengatakan orang kafir ada dua doa yang diijabah:

  1. Doa saat dia terzalimi. Misalnya ada bawahan kerja di perusahaan orang non-Muslim, pemimpin perusahaannya orang non-Muslim, tapi Muslim ini zalim. Kalau orang kafir ini berdoa kecelakaan buat dia, bisa kena, karena dia sedang terzalimi.
  2. Kalau dia minta petunjuk dan hidayah. Seperti Hamzah pada saat dalam kondisi kafir, dia berdoa malam hari. Dia mengatakan, "Ya Allah, kalau seandainya agama Muhammad ini benar, tanamkan dalam hatiku." Dalam kondisi dia kafir. Besok pagi dia bangun, hatinya tenang, lalu dia masuk Islam.

© 2026 Dakwah Alfian