Keutamaan Membiasakan Istighfar dalam Kehidupan Sehari-hari
Ustadz Khalid Basalamah
Kita jadikan istighfar dan taubat ini rutinitas kita, bukan hanya di saat kita buat dosa kemudian kita istighfar. Dua-duanya boleh, tapi kalau ada dosa baru kita istighfar, ini tahapan standar sekali. Berarti kita tunggu dulu, gitu kan? Apalagi kita tidak tahu dosa yang mana ini, mungkin ada yang sengaja, tidak sengaja kita lakukan, gitu ya. Nah sementara kalau yang kedua, kita memang sudah menganggap kita membutuhkan dengan istighfar.
Nabi Adam 'Alaihissalam pada saat dikeluarkan oleh Allah dari surga karena melanggar makan buah, beliau tidak minta sama Allah, "Ya Allah, tolong kembalikan saya ke surga." Beliau bertaubat kepada Allah, istighfar dan taubat: "Rabbana dhalamna anfusana wa il-lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin" ("Wahai Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami, jika Engkau tidak mengampuni kami dan memaafkan kami, niscaya kami termasuk orang-orang rugi"). Ini salah satu bagian dari atau jenis istighfar.
Lalu dalam sebuah hadits disebutkan, Nabi Adam 'Alaihissalam berkata, "Ya Allah, apakah kalau aku istighfar kepada-Mu, Engkau akan mengembalikan aku ke surga?" Kata Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Iya."
Ternyata istighfar mengembalikan fasilitas. Selain menyelamatkan dari hukuman, kita bisa bersaing lagi untuk meraih prestasi-prestasi yang terbaik.