mosque
search

Mengejar Ridho Allah, Bukan Pujian Manusia

Ustadz Abdurrahman Zahier

14 September 2026

Menjadikan itu sebagai prioritas utama, menjadikan itu sebagai tujuan utama, bahwa dia harus dan layak serta berhak untuk mendapatkan apresiasi dan pujian manusia, maka ini penyakit. Dan penyakit itu akan tertuang ke dalam kata-kata Riya, Sum'ah, itu kan penyakit ingin divalidasi, ingin dilihat, ingin didengar, penyakit ingin diapresiasi, Wujub, itu penyakit.

Dan Allah Ta'ala memberikan garis batasan bahwa kita tidak akan pernah bisa mendapatkan validasi manusia secara utuh. Karena emosi manusia dan respon manusia tidak selalu stabil. Hari ini dia bisa puji kita, beberapa jam kemudian dia bisa hina kita. Hari ini dia bisa cela kita, beberapa jam kemudian dia bisa memuji kita. Possible, manusia.

Itulah perkataan Imam Syafi'i:

رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لَا تُدْرَكُ وَرِضَا اللهِ غَايَةٌ لَا تُتْرَكُ فَادْرِكْ مَا لَا يُتْرَكُ وَاتْرُكْ مَا لَا يُدْرَكُ

Ridho manusia adalah ridho yang nggak bisa dicapai, ridho Allah adalah ridho yang tidak mungkin ditinggalkan. Maka railah apa yang tidak mungkin ditinggalkan, dan tinggalkanlah apa yang tidak mungkin digapai.

© 2026 Dakwah Alfian