"Sekarang Bapak-Ibu kalau cinta seseorang, anggaplah suami-istri misalnya, maka dengan kita cinta, kita akan sering membayangkan. Kita sering membayangkan, dan kita juga akan selalu menjaga apa yang dia suka supaya dia tidak marah, dan apa yang dia tidak suka. Itu kalau orang cinta benar-benar sejati, gitu ya."
"Nah, Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan kita mencintai Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sekarang Nabi tidak hidup sama kita, tidak interaksi. Maka dengan mempelajari, kita kalau tahu akhlaknya baik, orangnya santun, orangnya dermawan, orangnya pemberani, maka itu akan memunculkan kekaguman kita, sehingga kita mengidolakan beliau."