Pakai Jilbab tapi Akhlak Buruk vs Penampilan Biasa tapi Hati Baik
Ustadz Muamar Ma'ruf
Ada soalan pula tentang masalah niqab atau penampilan. Ada orang yang penampilannya bagus, wanita dah pakai jilbab panjang, pakai niqab, atau lelaki dah pakai kopiah, pakai janggut, tapi muamalah dia buruk.
Ada juga orang yang kadang-kadang pakai celana pendek saja, membuka aurat, tapi muamalah dia baik.
Kalau orang yang dah rubah penampilan, pakai janggut, lepas tu pakai kopiah bagi lelaki, pakai niqab, pakai jilbab panjang bagi perempuan, sebenarnya ini ada satu kelebihan. Cuma masalahnya dia bukan hijrah 100%. Barulah penampilan dia, jasad dia yang hijrah, tapi hati dia tak hijrah. Kalau hati dia hijrah, insya-Allah muamalah pasti akan baik.
Kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ketahuilah dalam jasad seseorang itu ada ketulan daging. Jika daging itu baik, maka baiklah semuanya: ucapan dia, tindakan dia, muamalah dia pasti baik. Tapi kalau daging itu rusak, maka rusaklah semua: rusak ucapan dia, tindakan dia, rusak semua. Maka daging itu disebut dengan hati.
Kalau muamalahnya masih rusak sementara penampilan dia dah bagus, casing dia dah bagus, menandakan hati dia belum 100% hijrah. Dia boleh jadi hijrah karena masih ikut-ikutan, atau boleh jadi dia hijrah penampilan tujuannya karena ada kepentingan-kepentingan tertentu.
Ada orang macam tu, dia tukar penampilan karena pelanggan dia orang-orang sunnah. Dia ni tak biasa pun pakai janggut, celana tak isbal ni dia tak suka pun. Cuma dia jual madu ni. Yang pembeli madu ramainya pembelinya macam mana? Akhirnya supaya orang suka, percaya dengan dia, maka dia pun tukar penampilan supaya madu dia laku. Tapi muamalah dia tak suka, bahkan dengan para asatidzah, asatidzah sunnah pun dia tak suka. Dia hanya suka kepada pembeli dia karena memang tujuannya bukan untuk hijrah 100%, tujuannya karena ada kepentingan.
Tapi kalau ada orang yang pakaian biasa-biasa—di sini maksudnya apa ni? Kalau membuka aurat—lalu muamalah dia baik, sebenarnya orang ini tetap hatinya rusak. Sebab kalau hatinya bersih, pasti penampilan dia juga akan dijaga, dia taat kepada perintah.
Jangan pula ada orang kata, "Saya walaupun tak shalat, mulut saya kasar, tapi hati saya bersih." Mana ada! Orang dia tak shalat tu karena hati dia, hati dia kotor.
Oke, Allahu ta'ala a'lam bishawab.