Alasan Setan Lebih Sering Menggoda Orang Beriman
Ustadz Abdurrahman Zahier
Syaithan atau iblis, itu lebih bersemangat menggoda manusia ketika manusia hendak beribadah, daripada menggoda manusia ketika manusia mau berbuat maksiat.
Jadi semangatnya, gigihnya, kokohnya, tangguhnya, justru lebih lagi ketika manusia mau beribadah dan sudah beribadah. Dia akan mengerahkan seluruh effort-nya untuk membuat orang ini jatuh ke dalam maksiat, kesyirikan, kebid'ahan, dan segala larangan-larangan dari Allah.
Oleh karenanya, pernah ditanya kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang muridnya bertanya, "Saya melihat ada seorang Yahudi beribadah dengan khusyuk sekali. Lalu mengapa saya sendiri seorang Muslim tapi tidak bisa khusyuk dalam ibadah saya? Sedangkan dia bukan Muslim kok bisa khusyuk dengan ibadahnya?"
Statement yang luar biasa yang dijawab oleh seorang ulama, pakar tafsir Al-Qur'an terbesar di umat ini, adalah Abdullah bin Abbas. Kata beliau:
مَا يَصْنَعُ اللَّصُّ فِي الْبَيْتِ الْخَرِبِ؟
"Bagaimana bisa seorang pencuri mau mencuri rumah yang sudah reyot dan tidak berisi sama sekali?"
Kalau rumah kosong, enggak ada perabotan apapun, reyot mau ambruk, enggak perlu lagi dicuri, ngapain dicuri? Tapi kalau rumah itu isi perabotan lengkap, kokoh, punya fasilitas mewah, maka sangat rentan dan sangat ingin sekali dicuri oleh pencuri.
Itulah keadaan orang yang tidak beriman, keadaan orang yang musyrik, keadaan orang yang jauh dari keimanan, setan tidak lagi banyak mendekat kepada mereka. Justru yang sudah beriman, justru yang sudah berilmu, justru yang sudah mengaji, justru yang sudah dekat dengan agama, lebih giat lagi dia akan bekerja.